Saturday, 15 July 2017
Konspirasi Bumi Itu Datar
Sejak beberapa bulan terakhir, netizen Indonesia tengah diramaikan dengan wacana seputar apa yang dinamakan dengan flat earth. Teori ini mengatakan bahwa bumi ini sebenarnya berbentuk datar dan lempeng, bukan bulat seperti yang dipercayai oleh masyarakat jaman sekarang.Sebenarnya pandangan bahwa bumi itu datar bukan barang baru. Kepercayaan itu sudah muncul sejak jaman kuno. Dan kalau dihitung-hitung, sesungguhnya kepercayaan umat manusia bahwa bumi itu datar masih jauh lebih lama daripada masa kita percaya bumi itu bulat sesuai teori heliosentris (baru sekitar 500 tahun). Akan tetapi, memang publik baru kemudian menaruh minat pada isu ini kembali sejak organisasi masyarakat Flat Earth yang pertama didirikan, The International Flat Earth Research Society (IFERS) pada 1956.
Di Indonesia sendiri, mulanya banyak yang menertawakan dan meremehkan kepercayaan ini, tak ubahnya seperti menanggapi pernyataan-pernyataan konyol terkait ramalan hari kiamat yang seakan tiap tahun pasti ada. Namun, karena pandangan yang satu ini menawarkan argumen-argumen yang tak bisa dipandang sebelah mata, berbondong-bondong mulai banyak pihak yang beranjak mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan kebenarannya. Kamu sendiri bagaimana? Cek dulu yuk asumsi-asumsi ini:
Salah satu pemicu di Indonesia adalah rilisnya sebuah videoFlat Earth yang menjelaskan secara cukup rinci perihal bentuk Bumi yang sebenarnya adalah datar
Bumi itu bulat via yamanous.files.wordpress.comSekitar bulan Juni lalu, muncul sebuah video bertajuk Flat Earth yang banyak mengundang perhatian. Terdiri dari 6 episode, isi video tersebut adalah pemaparan argumen-argumen yang meyakinkan bahwasanya bumi itu sebenarnya berbentuk datar. Cukup banyak yang dibedah, mulai dari foto-foto bumi dan satelit luar angkasa yang dituding manipulatif, perhitungan jarak matahari dan bulan yang keliru, jalur penerbangan yang janggal, hingga proyek konspirasi kekuasaan dan kebohongan-kebohongan NASA beratus-ratus tahun lamanya. Bagi Kamu yang tidak punya dasar pengetahuan tentang astronomi, geologi, dan keilmuan Sains lainnya, dijamin bakal cuma bisa ngangguk-ngangguk.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment